MPesona Martapura
Sejarah dan Tradisi Lokal

Tradisi Maulid Habsyi di Martapura: Jejak Sejarah yang Tetap Hidup di Masyarakat

Tradisi Maulid Habsyi di Martapura tetap lestari hingga 2026, menggabungkan syiar Islam dengan warisan budaya Banjar. Simak sejarah, ritual, dan dinamika terkini.

Tradisi Maulid Habsyi di Martapura: Jejak Sejarah yang Tetap Hidup di Masyarakat

Ringkasan Cepat (Key Facts)

  • Maulid Habsyi di Martapura telah berlangsung sejak abad ke-19, dibawa oleh ulama keturunan Arab.
  • Puncak acara pada 2025-2026 tetap diadakan di Masjid Jami' Sungai Jingah dengan pembacaan riwayat Nabi.
  • Biaya partisipasi kegiatan tahunan ini mulai Rp50.000 untuk paket konsumsi (harga 2026).
  • Tradisi ini menarik wisatawan religi, dengan kunjungan meningkat 15% pada 2025.
  • Generasi muda Martapura aktif terlibat melalui lomba kaligrafi dan marawis kontemporer.

Dari Hadramaut ke Martapura: Akar Sejarah yang Mengakar

Suara rebana dan lantunan shalawat Habsyi mengalun di lorong-lorong Martapura setiap Rabiul Awal, membawa ingatan pada Syekh Muhammad bin Ahmad al-Habsyi yang memperkenalkan tradisi ini pada 1850-an. Ketua Majelis Taklim Al-Mubarokah, H. Syarifuddin, menjelaskan: 'Para habib dari Hadramaut membawa maulid dengan gaya mereka, lalu disesuaikan dengan kultur Banjar.' Naskah berusia 140 tahun berisi riwayat Nabi versi Habsyi masih tersimpan rapi di Pondok Pesantren Darussalam. Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Banjar memasukkan tradisi ini dalam Kalender Budaya Unggulan, menjadikannya salah satu dari lima event prioritas.

Ritual yang Tak Lapuk oleh Zaman

Pukul 08.00 WITA, ratusan jamaah sudah memadati halaman Masjid Jami' Sungai Jingah. 'Kami menyediakan 1.200 paket nasi bungkus dengan lauk sapi harga Rp25.000 per porsi khusus hari ini,' ujar Ketua Panitia Maulid 2026, Faisal Rahman. Prosesi inti dimulai dengan pembacaan Barzanji versi Habsyi selama tiga jam, diiringi tabuhan rebana khas Banjar. Yang unik, peserta wajib memakai peci putih - simbol kesucian dalam tradisi ini. 'Tahun ini ada inovasi lantunan shalawat dengan aransemen musik panting,' tambah Faisal. Usai ritual, warga beramai-ramai menuju Pasar Terapung untuk mencicipi wajik habsyi, kue tradisional yang hanya dijual selama perayaan.

Dinamika Kontemporer dan Tantangan Pelestarian

Sekretaris Dinas Pariwisata Banjar, Aulia Fitriani, mencatat kenaikan 200 wisatawan mancanegara pada 2025, terutama dari Malaysia dan Brunei. 'Kami bekerja sama dengan komunitas muda membuat konten TikTok #MaulidHabsyiChallenge yang viral di awal 2026,' ungkapnya. Namun, pewaris tradisi seperti KH. Zainal Abidin al-Habsyi khawatir dengan komersialisasi: 'Ada oknum menjual cenderamata bernuansa habsyi palsu di online shop.' Untuk mengantisipasi, Lembaga Adat Banjar menerbitkan sertifikasi autentisasi bagi pelaku usaha terkait tradisi ini. Di sisi lain, kelompok seni Banjar modern seperti Sanggar Bintang Selatan mulai mengkolaborasikan maulid habsyi dengan teater kontemporer.

Orang Juga Bertanya

Apa perbedaan Maulid Habsyi dengan peringatan maulid umumnya?

Maulid Habsyi menggunakan riwayat Nabi versi keturunan Hadramaut dengan dialek Arab khusus dan pola rebana tertentu yang berbeda dengan maulid biasa.

Di mana lokasi terbaik menyaksikan prosesi inti?

Area depan Masjid Jami' Sungai Jingah menjadi spot utama, tetapi sejak 2025 disediakan layar besar di Lapangan Murjani untuk penonton yang tak kebagian tempat.

Apakah wanita boleh ikut serta dalam ritual?

Ya, dengan area terpisah. Tahun 2026 dibuka khusus ruang perempuan di lantai dua masjid yang bisa menampung 300 orang.

Bagaimana cara generasi muda terlibat melestarikan tradisi ini?

Melalui Komunitas Pemuda Maulid (KPM) yang mengadakan workshop kaligrafi habsyi dan lomba konten kreatif tiap November jelang perayaan.