MPesona Martapura
Wisata Religi dan Budaya

Pesona Masjid Agung Al-Karomah Martapura: Simbol Harmoni Religi dan Budaya

Masjid Agung Al-Karomah Martapura bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat budaya yang memadukan arsitektur Islam dan tradisi Banjar. Simak keunikan dan aktivitas terkini di sini.

Pesona Masjid Agung Al-Karomah Martapura: Simbol Harmoni Religi dan Budaya

Ringkasan Cepat (Key Facts)

  • Masjid dengan arsitektur perpaduan Timur Tengah dan Banjar, selesai direnovasi 2024.
  • Tempat wisata religi favorit dengan kunjungan 5.000+ peziarah per pekan (data 2025).
  • Lokasi strategis di Jalan Ahmad Yani, Martapura, akses mudah dari Banjarmasin.
  • Gratis masuk, buka 24 jam dengan fasilitas musala wanita dan perpustakaan Islam.
  • Tuan rumah Festival Seni Islami tahunan setiap Ramadan sejak 2020.

Arsitektur yang Bercerita

Pilar-pilar marmer impor dari Italia segera menyambut pengunjung yang masuk ke pelataran Masjid Agung Al-Karomah. Renovasi besar 2024 menambahkan ornamen kaligrafi emas 24 karat di kubah utama, sambil mempertahankan atap limas khas Banjar. Warna dominan hijau toska dan krem dipilih sebagai simbol kesuburan tanah Kalimantan. Uniknya, bagian mihrab didesain menyerupai bentuk mahkota Sultan Banjar sebagai penghormatan pada sejarah kesultanan.

Episentrum Aktivitas Umat

Setiap Jumat pagi, halaman masjid dipadati pedagang bubur kacang hijau dan ketupat kandangan menjelang salat. Data Dinas Pariwisata 2025 mencatat peningkatan 40% wisatawan domestik yang sengaja berkunjung usai melihat viralnya video azan magrib dengan iringan gamelan. Bagi yang ingin mendalami agama, perpustakaan di lantai dua menyediakan manuskrip ulama Banjar langka hasil digitalisasi. Khusus Ramadan 2026, panitia menyiapkan buka puasa gratis untuk 1.000 orang setiap hari dengan menu khas seperti soto banjar dan amparan tatak.

Simpul Budaya yang Hidup

Masjid ini menjadi saksi akulturasi ketika puluhan penari balian membawakan tarian penyambutan tamu dalam Muktamar Ulama Nusantara November 2025. Tradisi tahunan seperti maulid Habsyi dengan rebana berdiameter 2 meter tetap lestari. Pengelola juga membuka kelas kaligrafi Banjar setiap Ahad pagi dengan biaya Rp50.000 per sesi. Yang tak boleh dilewatkan adalah pasar seni di sayap timur masjid setiap akhir pekan, tempat pengrajin menawarkan sarung sasirangan dengan motif eksklusif 'Al-Karomah'.

Video Terkait

Orang Juga Bertanya

Apa transportasi umum ke Masjid Agung Al-Karomah dari Banjarmasin?

Dari Terminal Km6 Banjarmasin, naik angkutan kota trayek Martapura (Rp15.000, 2025). Turun di Simpang Tiga Al-Karomah, lalu jalan kaki 300 meter.

Bolehkah non-Muslim masuk?

Boleh dengan ketentuan: tidak pada jam salat wajib, berpakaian sopan, dan hanya di area tertentu seperti pelataran dan perpustakaan.

Ada penginapan dekat masjid?

Hotel Syariah Zam-Zam (500 meter dari masjid) menawarkan kamar keluarga Rp350.000/malam (2026) dengan fasilitas mushala terpisah.

Kapan waktu terbaik berkunjung?

Subuh untuk merasakan ketenangan, atau sore hari saat pasar seni buka. Hindari Jumat siang yang sangat ramai.